Sabtu, 08 Maret 2014

Uji Mutu Benih

Pengujian Kadar Air -

                      Kadar air adalah berat air yang dikandung dan kemudian hilang karena pemanasan sesuai dengan aturan yang di tetapkan yang dinyatakan dalam presentase terhadap berat awal contoh benih. Penetapan Kadar Air adalah banyaknya kandungan air dalam benih yang diukur berdasarkan hilangnya kandungan air tersebut dan dinyatakan dalam % terhadap berat asal contoh benih. Tujuan penetapan kadar air diantaranya untuk mengetahui kadar air benih sebelum disimpan dan untuk menetapkan kadar air yang tepat selama penyimpanan dalam rangka mempertahanka viabilitas benih tersebut.


                                              - Kemurnian Benih -

                    Kemurnian benih adalah merupakan persentase berdasarkan berat benih murni yang terdapat dalam suatu benih. Tujuan utama dari analisa kemurnian benih adalah untuk menentukan komposisi berdasarkan berat dari contoh benih yang akan diuji atau dengan kata lain komposisi dari kelompok benih dan untuk mengidentifikasi dari berbagai species benih dan partikel-partikel lain yang terdapat dalam suatu benih.

                                             -   Daya Kecambah -

                              Pengujian daya kecambah adalah mengecambahkan benih pada kondisi yang sesuai untuk kebutuhan perkecambahan benih tersebut, lalu menghitung presentase daya berkecambahnya. Persentase daya berkecambah merupakan jumlah proporsi benih-benih yang telah menghasilkan perkecambahan dalam kondisi dan periode tertentu. 

            Tujuan dari pengujian daya berkecambah adalah :
                              a) Memperoleh informasi nilai penanaman benih dilapangan
                              b) Membandingkan kualitas benih antar seed lot (kelompok benih)
                              c) Menduga storabilitas (daya simpan) benih
                              d) Memenuhi apakah nilai daya berkecambah benih telah                                                                                 memenuhi peraturan yang berlaku.

           
                                            

Kamis, 31 Oktober 2013

Budaya demokrasi menuju masyarakat madani

A.    Pengertian dan Prinsip-prinsip Budaya Demokrasi
1.      Pengertian demokrasi
      Demos berarti rakya, dan kratos berarti pemerintahan. Demokrasi dapat diartikan sebagai pemerintahan rakyat, atau yang lebih kita kenal sebagai pemerintahan rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.
Demokrasi menempati posisi penting dalam pelaksanaan pembagian kekuasaan suatu negara yang berdasarkan pada konsep dan prinsip trias politika.

2.      Unsur-unsur budaya demokrasi
§  Kebebasan
§  Persamaan
§  Solidaritas
§  Toleransi
§  Menghormati kejujuran
§  Menghormati penalaran
§  Keadaban

3.      Macam-macam demokrasi
a.      Berdasarkan ideologi
ü  Demokrasi konstitusional (demokrasi liberal)
      Kebebasan individu, ciri khasnya yaitu kekuasaan pemerintahannya terbatas dan tidak diperkenankan banyak campur tangan dan bertindak sewenang-wenang terhadap warganya. Kekuasaan pemerintah dibatasi dengan konstitusi.
ü  Demokrasi rakyat
      Mencita-citakan kehidupan tanpa kelas sosial dan tanpa kepemilikan pribadi. Demokrasi ini memenuhi fungsi diktator bproletar. Sistem demokrasi rakyat disebut juga “demokrasi proletar” , yang berhaluan marxisme-komunisme.
b.      Berdasarkan cara penyaluran kehendak rakyat
Ø  Demokrasi langsung
      Rakyat langsung mengemukakakn kehendaknya dalam rapat yang dihadiri seluruh rakyat.
Ø  Demokrasi perwakilan (demokrasi representatif)
      Rakyat menyalurkan kehendak dengan memilih wakil-wakilnya untuk duduk dalam lembaga perwakilan (parlemen).
Ø  Demokrasi perwakilan sistem referendum
      Demokrasi ini merupakan gabungan antara demokrasi langsung dan demokrasi perwakilan. Rakyat memilih wakil untuk duduk dalam lembaga perwakilan, tetapi lembaga perwakilan tersebut dikontrol oleh pengaruh rakyat dengan sistem referendum dan inisiatif rakyat.
c.       Berdasarkan titik perhatian rakyat
§  Demokrasi formal
§  Demokrasi material
§  Demokrasi gabungan
d.      Berdasarkan sedi pelaksanaannya
ü  Demokrasi langsung
      Terjadi bila rakyatnya mewujudkan kedaulatannya pada suatu negara dilakukan sevara langsung. Berfungsi sebagai lembaga pengawas jalannya pemerintahan.
ü  Demokrasi tidak langsung
      Terjadi bila mewujudkan kedaulatannya, rakyat tidak secara langsung berhadapan dengan pihak eksklusif, melainkan melalui lembaga perwakilan
e.      Berdasarkan corak atau model demokrasi
·         Demokrasi liberal
·         Demokrasi terpimpin
·         Demokrasi sosial
·         Demokrasi partisipasi
·         Demokrasi consociational

4.      Hakikat budaya demokrasi
            Menurut Gabriel Almond, budaya demokrasi adalah budaya campuran antara kebebasan/partisipasi di satu pihak dan norma-norma prilaku di pihak lain.
Masyarakat harus menjadikan demokrasi  sebagai way of life  (pandangan hidup) yang menuntun tata kehidupan kemasyarakatan, kebangsaan pemerintahan, dan kenegaraan.



B.    Prinsip-prinsip demokrasi
Ø  Adanya jaminan hak asasi manusianya, merupakan hak dasar yang melekat sejak lahir yang merupakan anugera Tuhan Yang Maha Esa yang tidak boleh dirampas oleh siapa pun termasuk negara.
Ø  Perasmaan kedudukan didepan hukum, agar tidak terjadi diskriminasi dan ketidakadilan, siapapun melanggar hukum harus mendapat sanksi menurut hukum yang berlaku, dan sebaliknya.
Ø  Pengakuan terhadap hak-hak politik, seperti berkumpul, berobsesi, berserikat, dan mengeluarkan pendapat.
Ø  Pengawasan atau kontrol rakyat terhadap pemerintah, melalui demokrasi itu sendiri.
Ø  Pemerintahan berdasar konstitusi, agar pemerintah tidak menyalagunakan kekuasaan sewenang-wenang terhadap rakyat.
Ø  Adanya saran atu kritik rakyat terhadap kinerja pemerintah melalui media masa sebagai alat penyalur aspirasi rakyat.
Ø  Pemilihan umum yang bebas dan jujur serta adil.

C.     Pengertian dan Ciri-ciri masyarakat madani
1.      Pengertian masyarakat madani
      Masyarakat madani secara etimologis berarti masyarakat kota. Menurut rumusan PBB, masyarakat madani adalah masyarakat yang demokratis dan menghargai human dignity atau hak-hak tanggung jawab manusia.

2.      Ciri-ciri masyarakat madani
§  Free public sphere (ruang publik yang bebas)
§  Demokratisasi
§  Toleransi
§  Pluralisme
§  Keadilan sosial (social justice)
§  Partisipasi sosial
§  Supremasi hukum

D.    Proses menuju masyarakat madani
      Membangun masyarakat yang adil, terbuka, dan demokratif, dengan landasan takwa dengan semangat Ketuhan Yang Maha Esa, serta sahnya nilai-nilai hubungan sosial yang luhur.
Guna mewujudkan terciptanya masyarakat madani. Diberlukan upaya sebagai berikut :
*      Meningkatkan usaha menciptakan pemerintahan yang baik.
*      Meningkatkan keseimbangan dalam pembagian kekuasaan.
*      Meningkatkan jiwa kemandirian melalui kegiatan peekonomian.
*      Meningkatkan pemahaman perlunya kebebasan pres.
*      Menciptakan perangkat hukum yang memadai dan berkeadilan sosial.
*      Meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan.
*      Menanamkan sikap mencintai dan menghargaibudaya bangsa.

E.     Kendala yang Dihadapi dan Upaya Mengatasinya Bangsa Indonesia dalam Mewujudkan Masyarakat Madani
1.      Kendala yang dihadapi dalam mewujudkan masyarakat madani
            Permasalahan bangsa juga menjadi kendala dalam mewujudakan terciptanya masyarakat madani. Beberapa kendala yang dihadapi dalam mewujudkan masyarakat madani, sebagai berikut :
·         Terjadinya krisis perekonomian.
·         Masih kuatnya prilaku korupsi.
·         Ancaman disintegrasi bangsa.
·         Belum maksimalnya kualitas sumber daya manusia.
·         Belum tertanamnya jiwa kemandirian bangsa Indonesia.
·         Kurangnya kesadaran pada hukum yang berlaku.
·         Rendahnya tingkat kesukarelaan dan keswasembadaan pada setiap warga negara.
·         Kurangnya perangkat hukum.

2.      Upaya untuk mewujudkan masyarakat madani
Ø  Menumbuhkan sikap keterbukaan dan keadilan antar lembaga negara, aparat, dan masyarakat.
Ø  Menumbuhkan keyakinan dan rasa saling percaya di kalangan masyarakat dengan cara meningkatkan rasa keadilan dan kejujuran dalam beberapa dimensi.
Ø  Menggalang perbedaan yang ada menjadi satu kesatuan kekuatan yang memiliki karakteristik tersendiri.
Ø  Memanfaatkan berbagai kesempatan unutk bersosialisasi tentang sistem masyarakat madani.


Rabu, 23 Oktober 2013

SOSIALISASI BUDAYA POLITIK


A.    Makna Sosialisasi Kesadaran Politik
1.      Pengertian Sosialisasi Kesadaran Politik
                        Istilah yang digunakan untuk menggambarkan bagaimana proses yang ditempuh atau cara-cara yang dilakukan agar seseorng (individu) dan masyarakat belajar atau mengenal politik dan memiliki kepedulian terhadap politik serta mau mengembangkan sikap yang berorientasi pada politik.

2.      Pengertian Sosialisasi Politik
                        Proses dimana individu-individu dapat memperoleh pengetahuan, nilai-nilai, dan sikap-sikap terhadap sistem politik masyarakatnya.
Segi penting sosialisasi politik, sebagai berikut :
·         Sosialisasi politik secara fundamental merupakan proses hasil belajar, belajar dari pengalaman/pola-pola aksi.
·         Memberikan indikasi umum hasil belajar tingkah laku individu dan kelompok dalam batas-batas yang luas dan lebih.
·         Sosialisasi politik itu tidak perlu dibatasi pada usia anak-anak dan remaja saja (walaupun periode ini paling penting), tetapi sosialisasi berlaku sepanjang hidup.
·         Sosialisasi merupakan prakondisi yang diperlukan bagi aktivitas sosial, dan baik secara implisit maupun eksplisit memberikan penjelasan mengenai tingkah laku sosial.

3.      Peran dan Fungsi Sosialisasi Politik
      Berperan mengembangkan serta memperkuat sikap politik di kalangan warga masyarakat yang sadar politik, yaitu sadar akan hak dan kewajiban dalm kehidupan bersama.
      Fungsi sosialisai politik antara lain untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang kehidupan politik, serta mendorong timbulnya partisipasi secara maksimal dalam sistem politiknya.
Fungsi sosialisasi politik, sebagai berikut :
§  Melatih individu
§  Memelihara sistem politik
Cara untuk melakukan sosialisasi politik, sebagai berikut :
v  Imitasi
Melalui imitasi, seseorang individu meniru terhadap tingkah laku individu lainnya.
v  Instruksi
Melalui instruksi, seorang individu diberitahu oleh orang lain mengenai posisinya di dalam sistem politik, apa yang harus mereka lakuakan, bagaimana, dan untuk apa.
v  Motivasi
Melaui cra ini, individu langsung belajar dari pengalaman, membandingkan pendapat dan tingkah sendiri dengan tingkah orang lain.
Metode sosialisasi politikdari metode penyampaian pesan ada dua macam, sebagai berikut :
*      Pendidikan politik yaitu proses dialogis bertujuan agar anggota masyarakat mengenal dan mempelajari nilai-nilai, norma-norma, dan simbol-simbol politik negaranya. Hal ini biasa dilakukan melalui kegiatan kursus, latihan kepemimpinan, diskusi, atau keikutsertaan dalam berbagai pertemuan formal maupun informal.
*      Indoktrinasi politik, yaitu proses sosialisasi yang dilakuakan untuk memobilisasi dan memanipulasi warga masyarakat agar menerima nilai, norma, dan simbol politik. Hal ini biasanya dilakukan secara satu arah dengan menggunakan cara-cara paksaan psikologis.

4.      Mekanisme Sosialisasi Budaya Politik
      Perkembangan sosialisasi politik diawali dari masa kanak-kanak atau remaja.
Proses politik dari anak, sebagai berikut :
·         Pengenalan otoritas melalui individu tertentu, seperti orangtua anak, presiden, dan polisi.
·         Perkembangan pembedaan antara otoritas internal dan yang eksternal, yaitu antara penjabat swasta dan penjabat pemerintah.
·         Pengenalan mengenai instiusi-isntitusi politik yang impersonal, seperti kongres (parlemen), Mahkama Agung, dan pemungutan suara (pemilu).
·         Perkembangan perbedaan antara institusi-institusi politik dan mereka yang terlibad dalam aktivitas yang diasosialisasikan dengan institusi-institusinya.
Nilai-nilai yang mempengaruhi sosialisasi politik :
Ø  Tradisi
Ø  Prestasi
Ø  Pribadi
Ø  Penyesuaian diri
Ø  Intelektual
Ø  Politik
Sarana/alat/agen yang dapat dijadikan sebagai perantara/sasaran dalam sosialisasi politik, sebgai berikut :
§  Keluarga (Family)
§  Sekolah
§  Kelompok pertemanan (peer groups)
§  Media massa
§  Pemerintah
§  Partai politik

B.    Fungsi dan peranan partai politik
1.      Pengertian Partai Politik
            Partai politik adalah organisasi politik yang dibentuk oleh sekelompok warga negara Republik Indonesia secara sukarela atas dasar persamaan kehendak cita-cita untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat, bangsa, negara melalui pemilihan umum.
2.      Fungsi Partai Politik
*      Sarana komunikasi politik, yaitu penyalur aspirasi pendapat rakyat, menggabungkan berbagi macam kepentingan dan merumuskan kepentingan yang menjadi dasar kebijaksanaan.
*      Sarana sosialisasi politik, yaitu sarana untuk memberikan penanaman nilai-nilai, norma, dan sikap serta orientasi terhadap fenomena politik tertentu.
*      Sarana rekrutmen politik, yaitu mencari dan mengajak orangberbakat untuk turut aktif dalam kegiatan politik. Dengan demikian memperluas partisipasi politik.
*      Sarana pengatur konflik, yaitu mengatasi berbagai macam konflik yang muncul sebagai konsekuensi dari negara demokrasi yang didalamnya terdapat persaingan dan perbedaan pendapat.
Upaya yang dilakukan partai politik, sebagai berikut :
v  Bila anggota partai politik yang memberikan informasi justru menimbulkan kegelisaan dan perpecahan masyarakat, pimpinan partai politik harus segera klarifikasi atau diselesaikan dengan baik.
v  Adanya kemungkinan anggota partai politik lebih mengejar kepentingan pribadi/golongannya, sehingga berakibat terjadi pengkotakan politik atau konflik yang harus segera diselesaikan dengan tuntas.
Sebagai sarana sosialisasi politik, partai politik melaksanakan fungsi-fungsi sebagai berikut :
·         Sosialisasi politik
·         Rekrutmen politik
·         Partisipasi politik
·         Artikulasi kepentingan
·         Agregasi kepentingan
·         Komunikasi politik

C.     Peran Serta Budaya Politik Partisipan
            Partisipasi politik pada dasarnya merupakan bagian dari budaya politik, karena keberadaan struktur-struktur politik di dalam masyarakat yang kritis dan aktif. Hal tersebut merupakan satu indikator adanya keterlibatan rakyat dalam kehidupan politik (partisipan).
Bagi pemerintah, partisipasi politik warga negara berfungsi untuk mendukung program-program pemerintah.

1.      Bentuk-bentuk partisipasi politik
      Bentuk-bentuk partisipasi politik yang terjadi di berbagai negara dapat dibedakan menjadi kegiatan politik dalam bentuk konvensional dan nonkonvensional.
a.      Bentuk Konvensional
§  Dengan pemberian suara (voting)
§  Dengan diskusi kelompok
§  Dengan kegiatan kampanya
§  Dengan membentuk gabungan dalam kelompok kepentingan
§  Dengan komunikasi individual dengan pejbat politik/administratif
b.      Bentuk Nonkonvensional
§  Dengan pengajuan petisi
§  Dengan berdemonstrasi
§  Dengan konfrontasi
§  Dengan pemogokan
§  Tindakan kekerasan politik terhadap harta benda, perusakan, pemboman, dan pembakaran
§  Tindakan kekerasan politik menusia penculikan/pembunuhan
§  Dengan perang gerliya/revolusi.

2.      Faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi politik
o   Modernisasi
o   Terjadinya perubahan-perubahan struktur kelas sosial
o   Meluasnya partisipasi masyarakat
o   Konflik-konflik diantara pemimpin-pemimpin politik
o   Keterlibatan pemerintah yang makin luas dalam urusan sosial, ekonomi, dan kebudayaan.

3.      Contoh budaya politik partisipan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
a.      Dalam lingkungan keluarga
·         Musyawarah keluarga.
·         Pemasaran atribut negara pada hari-hari besar nasional.
·         Membaca dan mengikuti berbagai berita melalui media cetak maupun tertulit terutama menyangkut masalah peristiwaa politik kenegaraan.
b.      Dalam lingkungan sekolah
·         Mengikuti diskusi yang diselenggarakan sekolah.
·         Pembuatan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga OSIS.
·         Membuat bulletin yang memuat artikel yang berisikan aspirasi siswa.
·         Pemilihan ketua OSIS, ketua kelas, dan mengikuti kegiatan ekstrakulikuler.
c.       Dalam lingkungan masyarakat
·         Forum masyarakat.
·         Pemilihan ketua RT, kepala desa, maupun organisasi masyarakat lainnya.
·         Pembuatan peraturan yang berupa anggaran dasar dan anggaran rumah tangga bagi organisasi masyarakat.
d.      Dalam lingkungan Berbangsa dan Bernegara
·         Menggunakan hak pilih dalam pemilu.
·         Duduk dalam lembaga politik (DPR-MPR).
·         Berkampanye, menghadiri diskusi politik.
·         Ikut aksi unjuk rasa dengan damai
·         Melakukan komunikasi dengan wakil rakyat.
·         Menjadi anggota aktif di dalam partai politik.

4.      Contoh perilaku berperan aktif dalam politik yang berkembang di masyarakat   
§  Memiliki pengetahuan yang relevan untuk menganalisis isu-isu dan masalah politik.
§  Memiliki pengetahuan yang berhubungan dengan sistem hukum dan kegunaannya dalam mengatasi masalah dalam masyarakat.
§  Memiliki pandangan mengenai kenyataan politik.
§  Menggunakan hak pilih dengan baik.
§  Menjadi anggota organisasi partai politik.

§  Menghadapi kelompok diskusi, berkampanye, berdialog, berkomunikasi dengan pejabat pemerintah.