. Sayang ALLAH SWT. Nabi Muhammad SAW. Kedua Orangtua Sahabat dan Teman
Sayangi dan Cintailah apa yang ada di sekeliling kita...
karena merekalah salah satu pendukung/motivasi dalam kehidupan kita
. Bersyukur
Bersyukur terhadap apa yang Anda
punya saat ini dalam hidup Anda. Karena dengan bersyukur, Anda akan bisa
lebih menghargai hidup dan tentunya membuat Anda bahagia dalam
menjalani hidup.
Bersyukur bahkan merupakan tindakan terkecil
sekaligus terbesar yang bisa Anda lakukan untuk meraih kebahagiaan. Anda
tidak perlu keluar rumah atau membeli barang mahal.
. Optimistis
Orang-orang sukses adalah orang-orang dengan sikap optimis. Dua orang
yang sedang menghadapi musibah yang sama belum tentu mengalami akhir
yang sama jika keduanya mempunyai sifat yang berbeda.
Orang dengan
rasa optimistis yang lebih besar mempunyai kecenderungan untuk bangkit
dari kegagalan lebih cepat. Kegagalan atau musibah akan dilihat lebih
sebagai bahan pembelajaran untuk terus berkembang.
. Jangan terlalu banyak berpikir
Bagaimana rasanya jika Anda dibandingkan dengan orang lain? Apakah rasanya menyenangkan selalu dibandingkan?
Tentu
tidak. Terkadang manusia menjadi sangat keras terhadap dirinya sendiri
dengan membanding-bandingkan. Masalahnya adalah, selalu akan ada orang
yang lebih dari pada Anda. Selalu akan orang yang lebih muda, lebih
ganteng, lebih cantik, dan lebih lainnya.
Jika Anda butuh suatu
perbandingan untuk melihat sejauh mana Anda berkembang, jangan
bandingkan diri Anda dengan orang lain. Namun, lihat diri Anda sendiri.
Bandingkan diri Anda sekarang dengan 1 atau 5 tahun ke belakang, apakah
lebih baik? Dengan cara tersebut, Anda bisa menjadi pribadi yang lebih
bahagia.
. Berbuat baik pada siapa pun
Pernah mendengar peribahasa "Tangan yang Anda tolong hari ini bisa jadi merupakan tangan yang akan menolong Anda esok hari?"
Namun,
jangan jadi pamrih dalam berbuat kebaikan. Berbuat baiklah pada siapa
pun dan apapun. Berbuat baik akan melepaskan hormon bernama serotonin
dalam otak.
Serotonin adalah suatu hormon yang dapat membuat Anda
lebih ceria dan bahagia. Berbuat baik juga akan menjadikan Anda orang
yang tidak egois dan secara otomatis akan membuat Anda lebih mudah
melihat keindahan hidup.
. Jaga hubungan
Orang-orang yang bahagia cenderung mempunyai hubungan yang erat dan
bermakna. Mereka tidak larut dalam kebahagian melalui barang yang
gampang hilang. Sebuah studi bahkan menyatakan bahwa tingkat kematian
akan meningkat dua kali lipat jika Anda merasa sendirian.
Maka
mulai dari sekarang, luangkan waktu untuk sekedar berbicara dengan
orang-orang yang Anda anggap penting. Tulis surat elektronik, sms, atau
telepon mereka dan perbaiki hubungan yang renggang karena Anda terlalu
sibuk.
. Belajar untuk bangkit
Akan
ada momen dalam hidup Anda ketika semua berjalan di luar rencana. Anda
melakukan yang terbaik namun mendapat hasil terburuk. Sulit memang untuk
bangkit segera dari kegagalan.
Namun, Anda harus berstrategi
dalam menghadapi naik turun kehidupan. Duduk diam, pikirkan apa yang
terjadi, seberapa jauh ini mempengaruhi hidup Anda dan apa yang bisa
Anda lakukan untuk bangkit.
. Belajar untuk memaafkan
Benci adalah sifat yang sangat mematikan. Anda juga akan dibutakan
untuk melihat hal-hal indah dalam hidup karena sifat benci. Maka
belajarlah untuk memaafkan. Memaafkan bukan berarti Anda bisa
terus-terusan memaklumi kesalahan orang lain.
. Fokus
Alasan kenapa orang merasa tidak bahagia adalah mereka tidak fokus.
Fokus dengan apapun yang Anda lakukan. Dengan begitu Anda akan lebih
merasakan nilai manfaat dari apa yang dikerjakan.
. Buat pengalaman baru tiap hari
Sesuatu yang rutin pasti menimbulkan kejenuhan. Sama seperti kolam yang
tidak mempunyai irigasi yang baik. Air yang ada di kolam menjadi keruh
dan butek. Hal yang sama juga terjadi pada hidup Anda jika tidak diisi
dengan pengalaman baru.
. Berdoa
Berdoa tidak harus identik dengan pergi ke tempat ibadah. Berdoa bisa
Anda lakukan kapanpun dan dimana pun. Ketika Anda berdoa, maka Anda
menyadari ada kekuatan yang lebih besar dari pada Anda di luar sana.
Hal
ini akan membuat Anda It enables us to connect to the source terkoneksi
dalam hal-hal yang ada di hidup. Pernah membaca The Alchemist? Ketika
tokoh merasakan bahwa sekelilingnya mempunyai energi? Hal ini akan
menjadikan Anda orang yang lebih berbahagia.
. Tahu kapan berhenti
Hidup terlalu indah dijalani dengan terburu-buru. Namun, dengan adanya
teknologi, manusia cenderung menginginkan sesuatu yang instan. Sesuatu
dijalani serba terburu-buru. Berhenti sebentar, lihat dan rasakan
sekeliling Anda.
Patah Tumbuh. Hilang Berganti. Jalani dengan ikhlas dan lapang hati Segala sesuatunya akan terganti Insya allah..
Sabtu, 07 Juni 2014
Selasa, 27 Mei 2014
SAYURAN UMBI
“ Pasca Panen Kentang”
Kegiatan pasca panen kentang yang perlu dilakukan supaya diperoleh umbi kentang yang bermutu baik pada dasarnya meliputi pembersihan, sortasi dan grading, penyimpanan dan pengemasan. Ada pun masing-masing pelaksanaan pasca panen tersebut dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :
Kegiatan pasca panen kentang yang perlu dilakukan supaya diperoleh umbi kentang yang bermutu baik pada dasarnya meliputi pembersihan, sortasi dan grading, penyimpanan dan pengemasan. Ada pun masing-masing pelaksanaan pasca panen tersebut dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :
a. Pembersihan
Pembersihan adalah proses menghilangkan kotoran yang menempel pada umbi. Tujuannya untuk menghilangkan kotoran yang masih menempel pada umbi supaya umbi terlihat menarik.Selama pembersihan , usahakan umbi kentang bebas dari segala kotoran yang menempel pada umbi seperti tanah, sisa tanaman atau akar tanaman dengan cara dipangkas, setelah itu dicuci dengan air bersih secara hati-hati. Untuk mencucinya dapat dilakukan dengan cara memasukkan umbi ke dalam bak air atau disemprot dengan air bersih.Umbi-umbi yang sudah dibersihkan tersebut ditaruh pada terpal atau bahan lain untuk dikeringanginkan. Dalam pengeringan umbi yang baru dicuci itu jangan dikeringkan langsung pada sinar matahari.
Pembersihan adalah proses menghilangkan kotoran yang menempel pada umbi. Tujuannya untuk menghilangkan kotoran yang masih menempel pada umbi supaya umbi terlihat menarik.Selama pembersihan , usahakan umbi kentang bebas dari segala kotoran yang menempel pada umbi seperti tanah, sisa tanaman atau akar tanaman dengan cara dipangkas, setelah itu dicuci dengan air bersih secara hati-hati. Untuk mencucinya dapat dilakukan dengan cara memasukkan umbi ke dalam bak air atau disemprot dengan air bersih.Umbi-umbi yang sudah dibersihkan tersebut ditaruh pada terpal atau bahan lain untuk dikeringanginkan. Dalam pengeringan umbi yang baru dicuci itu jangan dikeringkan langsung pada sinar matahari.
b. Sortasi dan Grading
Adalah proses pemilihan dan pemisahan umbi berdasarkan kualitas dan ukuran. Tujuannya untuk memisahkan umbi yang baik dengan yang jelek untuk memperoleh umbi yang seragam dalam ukuran dan kualitasnya..Caranya, pilih umbi yang sudah dibersihkan itu antara umbi yang baik dan umbi yang jelek berdasarkan : (1) Ada tidaknya cacat pada umbi; (2) Normal tidaknya bentuk dan ukuran umbi; dan (3) Ada tidaknya serangan hama atau penyakit pada umbi. Umbi yang sudah dipilih itu dipilah-pilah lagi berdasarkan kualitas dan ukuran (grading/pengkelasan).Grading/pengkelasan umbi kentang itu digolongkan menjadi : (1) Kelas AL (> 200 gram/umbi); (2) Kelas A (120 - 200 gram/umbi); (3) Kelas B (80 - 120 gram/umbi); dan (4) Kelas C (50 - 80 gram/umbi).
Adalah proses pemilihan dan pemisahan umbi berdasarkan kualitas dan ukuran. Tujuannya untuk memisahkan umbi yang baik dengan yang jelek untuk memperoleh umbi yang seragam dalam ukuran dan kualitasnya..Caranya, pilih umbi yang sudah dibersihkan itu antara umbi yang baik dan umbi yang jelek berdasarkan : (1) Ada tidaknya cacat pada umbi; (2) Normal tidaknya bentuk dan ukuran umbi; dan (3) Ada tidaknya serangan hama atau penyakit pada umbi. Umbi yang sudah dipilih itu dipilah-pilah lagi berdasarkan kualitas dan ukuran (grading/pengkelasan).Grading/pengkelasan umbi kentang itu digolongkan menjadi : (1) Kelas AL (> 200 gram/umbi); (2) Kelas A (120 - 200 gram/umbi); (3) Kelas B (80 - 120 gram/umbi); dan (4) Kelas C (50 - 80 gram/umbi).
c. Penyimpanan
Adalah proses menyimpan umbi hasil panen sebelum dipasarkan. Tujuannya untuk menunggu saat pemasaran yang tepat.Cara menyimpannya, umbi kentang dimasukkan ke dalam wadah berupa kotak kayu/krat/keranjang/ waringkemudian wadah itu dimasukkan ke dalam ruang penyimpanan yang disusun secara rapih. Jika wadah berisi kentang itu disimpan dalam gudang, usahakan gudang penyimpanan mempunyai ventilasi udara yang cukup supaya sirkulasi udara lancar dan kelembabannya sekitar 65 - 75%. Selain itu, gudxang mencapat sinar matahari yang cukup dan keadaannya selalu bersih.
Adalah proses menyimpan umbi hasil panen sebelum dipasarkan. Tujuannya untuk menunggu saat pemasaran yang tepat.Cara menyimpannya, umbi kentang dimasukkan ke dalam wadah berupa kotak kayu/krat/keranjang/ waringkemudian wadah itu dimasukkan ke dalam ruang penyimpanan yang disusun secara rapih. Jika wadah berisi kentang itu disimpan dalam gudang, usahakan gudang penyimpanan mempunyai ventilasi udara yang cukup supaya sirkulasi udara lancar dan kelembabannya sekitar 65 - 75%. Selain itu, gudxang mencapat sinar matahari yang cukup dan keadaannya selalu bersih.
d. Pengemasan
Pengemasan adalah proses mengemas umbi kentang yang dilakukan dengan menggunakan bahan pengemas sesuai dengan tujuan pasar. Tujuannya, untuk memudahkan distribusi dan melindungi umbi dari kerusakan mekanis dan fisiologis serta memperbaiki penampilan sehingga disukai konsumen.Caranya, umbi yang sudah dipilih sesuai kualitasnya dikemas dalam wadah tertentu, misalnya dengan karung, jaring plastik/waring/poli net yang bersih dan tidak ada sisa bahan lainnya. Wadah berisi kentang itu ujungnya ditutup rapat-rapat, misalnya dijahit dengan jarum karung atau tali plastik.
Pengemasan adalah proses mengemas umbi kentang yang dilakukan dengan menggunakan bahan pengemas sesuai dengan tujuan pasar. Tujuannya, untuk memudahkan distribusi dan melindungi umbi dari kerusakan mekanis dan fisiologis serta memperbaiki penampilan sehingga disukai konsumen.Caranya, umbi yang sudah dipilih sesuai kualitasnya dikemas dalam wadah tertentu, misalnya dengan karung, jaring plastik/waring/poli net yang bersih dan tidak ada sisa bahan lainnya. Wadah berisi kentang itu ujungnya ditutup rapat-rapat, misalnya dijahit dengan jarum karung atau tali plastik.
Jika kentang itu akan langsung dijual ke pasar, kentang dapat
dikemas langsung dalam waring dengan kapasitgas ± 40 kg, tetapi apabila akan
dijual ke pasar khusus, misalnya Supermarket, kemasannya disesuaikan dengan
permintaan Supermarket tersebut.
SAYURAN BUAH
“ Pasca Panen Timun”
Tujuan kegiatan ini adalah agar mentimun yang telah dipanen terlindungi dari kerusakan fisik dan kebusukan sehingga mentimun sampai ke konsumen tetap baik.
Agar kualitas hasil panen dari budidaya mentimun ini tetap terjaga, perlu dilakukan penanganan pascapanen dengan baik. Diantaranya penyortiran buah mentimun berdasarkan kualitas serta ukuran serta pengepakan/pengemasan yang baik. Selanjutnya buah mentimun siap diangkat untuk dipasarkan.
Tujuan kegiatan ini adalah agar mentimun yang telah dipanen terlindungi dari kerusakan fisik dan kebusukan sehingga mentimun sampai ke konsumen tetap baik.
Agar kualitas hasil panen dari budidaya mentimun ini tetap terjaga, perlu dilakukan penanganan pascapanen dengan baik. Diantaranya penyortiran buah mentimun berdasarkan kualitas serta ukuran serta pengepakan/pengemasan yang baik. Selanjutnya buah mentimun siap diangkat untuk dipasarkan.
a.Sortasi.
Kegiatan
ini dilakukan memisahkan buah yang kurang baik bentuknya atau bengkok, busuk
atau rusak dari buah yang baik. Untuk mentimun jepang dilakukan sortasi
kualitas untuk sasaran pasaran swalayan, buah mentimum diklasifikasikan sesuai
dengan kriteria kualitas yang diminta konsumen.
Kelas A: panjang 16-20cm, diameter 1,5 cm, bentuk buah bagus, lurus bulat dan
mulus.
Kelas B: panjang 20-23cm, diameter 2,0 cm bentuk buah bagus, lurus, bulas dan
Mulus
Kelas C: buah afkiran yang panjangnya lebih dari 23 cm.
Kelas A: panjang 16-20cm, diameter 1,5 cm, bentuk buah bagus, lurus bulat dan
mulus.
Kelas B: panjang 20-23cm, diameter 2,0 cm bentuk buah bagus, lurus, bulas dan
Mulus
Kelas C: buah afkiran yang panjangnya lebih dari 23 cm.
b.Kemasan.
Pengemasan
bertujuan untuk memudahkan dalam pengangkutan. Untuk memenuhi permintaan pasar
swalayan, mentimun biasanya dikemas menggunakan plastik wrap-ing. Posisi buah
diatur sedemikian rupa, baik secara berdiri maupun ditidurkan bersusun agar
buah tidak patah pada saat pengangkutan ke pasar. Kritera di luar grade
mentimun acar dan mentimun besar termasuk ke grade C dengan spesifikasi bentuk
bengkok, kulit kurang mulus, tetapi performa buah segar. Buah yang termasuk
grade C bisa langsung dikemas ke dalam karung jaring untuk dijual ke pasar
tradisional.
c.Pengangkutan.
Mentimun
yang telah dikemas, disusun dalam kendaraan. Sebaiknya mentimun yang telah
dipanen langsung diangkut agar diterima oleh konsumen dalam keadaan masih
segar. Apabila mentimun di pasarkan untuk jarak jauh diusahakan mentimun
terlindung dari sinar matahari dan hujan agar mentimun tetap segar dan tidak busuk.
Klasifikasi buah mentimun dibedakan tiga kelas, yaitu: Khusus untuk mentimun asinan, kriteria panjang buah tidak menjadi patokan, tetapi diameternya tidak lebih dari 4 cm. Meskipun demikian, kriteria kualitas mentimun ini tidak sama di setiap daerah atau pasar, tergantung selera konsumen.
Mentimun yang telah disortasi segera dicuci dalam air mengalir atau air yang disemprotkan hingga bersih. Selesai pencucian langsung ditiriskan di tempat yang kering untuk menghilangkan air yang menempel (Lasarus, Pusluhtan).
Klasifikasi buah mentimun dibedakan tiga kelas, yaitu: Khusus untuk mentimun asinan, kriteria panjang buah tidak menjadi patokan, tetapi diameternya tidak lebih dari 4 cm. Meskipun demikian, kriteria kualitas mentimun ini tidak sama di setiap daerah atau pasar, tergantung selera konsumen.
Mentimun yang telah disortasi segera dicuci dalam air mengalir atau air yang disemprotkan hingga bersih. Selesai pencucian langsung ditiriskan di tempat yang kering untuk menghilangkan air yang menempel (Lasarus, Pusluhtan).
Minggu, 23 Maret 2014
PROSEDUR PEMBUATAN ARANG SEKAM
Tujuan :
1. Membuat arang sekam dengan benar
2. Memanfaatkan sisa-sisa sekam padi untuk di jadikan
arang sekam
Alat :
- Penggorengan dari tanah
- Spatula
- Tungku
-
tempe
Bahan :
- Sekam
- Kayu bakar
- Minyak tanah
- Korek api
Langkah kerja :
- Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan
- Nyalakan tungku pembakaran yang sudah berisi kayu bakar
- Letakkan tempat penggorengan diatas tungku
- Sangrai arang sekam dengan cara balik-balik
- Setelah menghitam angkat dan letakkan pada tempat yang disediakan (tempe)
- Kemudian diangin anginkan
- Jika sudah dingin masukkan kedalam plastik
- Memberi lebel pada plastik yang berisi arang sekam
SELAMAT MENCOBA :)
Sabtu, 08 Maret 2014
Uji Mutu Benih
- Pengujian
Kadar Air -
Kadar air adalah berat air yang dikandung dan kemudian hilang karena pemanasan sesuai
dengan aturan yang di tetapkan yang dinyatakan dalam presentase terhadap berat
awal contoh benih.
Penetapan Kadar Air adalah banyaknya kandungan air dalam benih yang diukur
berdasarkan hilangnya kandungan air tersebut dan dinyatakan dalam % terhadap
berat asal contoh benih. Tujuan penetapan kadar air diantaranya untuk
mengetahui kadar air benih sebelum disimpan dan untuk menetapkan kadar air yang
tepat selama penyimpanan dalam rangka mempertahanka viabilitas benih tersebut.
- Kemurnian
Benih -
Kemurnian benih
adalah merupakan persentase berdasarkan berat benih murni yang terdapat dalam
suatu benih. Tujuan utama dari analisa kemurnian benih adalah untuk menentukan
komposisi berdasarkan berat dari contoh benih yang akan diuji atau dengan kata
lain komposisi dari kelompok benih dan untuk mengidentifikasi dari berbagai
species benih dan partikel-partikel lain yang terdapat dalam suatu benih.
- Daya
Kecambah -
Pengujian daya kecambah adalah
mengecambahkan benih pada kondisi yang sesuai untuk kebutuhan perkecambahan
benih tersebut, lalu menghitung presentase daya berkecambahnya. Persentase daya berkecambah merupakan jumlah proporsi benih-benih yang
telah menghasilkan perkecambahan dalam kondisi dan periode tertentu.
Tujuan dari
pengujian daya berkecambah adalah :
a) Memperoleh informasi nilai penanaman benih dilapangan
b) Membandingkan kualitas benih antar seed lot (kelompok benih)
c) Menduga storabilitas (daya simpan) benih
d) Memenuhi apakah nilai daya berkecambah benih telah memenuhi
peraturan yang berlaku.
Langganan:
Postingan (Atom)