Rabu, 31 Desember 2014

Akhir Tahun 22.00

Haloo . . .
tepat hari ini 31 Desember 2014 dimana semua manusia menantikan detik-detik terakhir tahun ini.
dan di akhri tahun ini pun aku di bingungkan. selalu di hadapkan dengan beberapa pilihan -_-
yang Pertama : Ceritanya tuh gini . . . temen aku ngajak ke tempat jauh. nah posisi aku lg di kota SOLO. Jauh banget kan, akunya di luar Jawa Timur. terus ku bela-balain nih pulang ke rumah. eh, ternyata ga jadi. Gagal total sama mereka.
yang Kedua : inhale . . . . aku menghirup udara bebas sedalam mungkin. lalu aku mencoba untuk ikhlas karena memang rencana berlibur bersama di akhir tahun gagal.
Terus . . . Terus . . . rencana selanjutnya menantikan tahun baru bersama keluarga. udah kumpul semua nih meskipun gak lengkap. Eh . . . pada Ngorozzzk semua sekarang. siapa coba gak jengkel -_-
yang Ketikga : ceritanya itu aku keluar rumah canda tawa bareng sama temen-temen sekampung. Ada salah satu ibu-ibu yang buat aku jengkel banget. ngeliatnya itu nggak ngenakin tau *bahasa apa itu... Di sisi lain sih aku cuma anggep itu hanya perasaan ku saja. Tapi lama kelamaan aku pergi aja deh, ngeri ngeliatnya begitu. Aku memutuskan diam di kamar dan menantikan tahun baru sendiri. Tiba - tiba HP ku berbunyi. pesan singkat . .
yang Keempat : pesan singkat dari my sisiter, saudara perempuan ku. dia nyuruh aku buat dateng ke rumahnya. Nggak jauh sih antara rumah ku dan rumahnya. hanya sebrang jalan raya saja sudah sampai.. Nah udah nekat ni diem aja di rumah. takut . . .. ya gitulah.. namanya anak SMA. :D :P dia terus - terusan ngirim pesan singkat biar aku datnag kerumahnya lalu menantikan tahun baru bersama dia dan teman-temannya.
Dia cewek cantik, baik, dewasa banget tau :) *Dilarang GR yaa . .  yaudah akhirnya aku ke rumahnya lalu aku duduk manis nih sambil canda tawa bareng-bareng :) Selamat Menikmati Akhir Tahun 2014 :)

Senin, 22 Desember 2014

Hari IBU

Selamat Pagi . . .
Selamat Hari Ibu :)
Beruntunglah teman - teman yang masih ada Ibu di samping kalian
Ingatlah Kebaikannya maka kita akan selalu Menyayanginya
Ibu adalah sosok malaikat pelita dalam hidup kita
Beliau selalu menjaga kita dan amarahnya adalah rasa kepeduliannya terhadap kita
Cintailah ibu dengan ketulusan hati
Ingatlah saat beliau bersabar menahan amarahnya karena kelakuan kita yang pernah menyakiti hatinya
dan Ingatlah Beliau adalah Surga Kita..
Bunda . . . . Terimakasih atas kasih dan sayang mu.
Semoga Bunda selalu ada dalam Lindungannya dan Bahagia Dunia Akhirat
Anak mu Menyayangi mu dengan Sepenuh Hati
LOVE YOU MOM :)

Minggu, 21 Desember 2014

Coretan HATI :)

Yang Berlalu akan kubiarkan Berlalu Begitu Saja
Mengingat dan Mengenang yang Berlalu, Kemudian Bersedih atas itu semua adalah Tindakan Bodoh. Mungkin juga Gila.
Aku Tidak Mau Membunuh SEMANGAT Dalam Jiwa ini hanya karena Kesedihan - kesedihan itu.
Masa Lalu Telah Berlalu dan Usai.
Kesedihan . . . Aku tidak akan Menghampirinya dalam Waktu yang Lama.
Kecewa . . . Saat itu aku Merasakannya dalam sekejap aku akan menghilang.
Aku tak akan Menoleh Kebelakang. Karena TUJUAN ku ada Di Depan.
Aku akan fokus pada apa yang ada di hadapan ku . .
Aku tak akan Melawan Kehidupan yang telah Ditetapkan..
Aku akan Bersahabat Baik dengan Kehidupan Hingga . . ..  Kehidupan Tak Akan Rela Untuk KU Tinggalkan.

Kamis, 27 November 2014

Short Story For You

Titik ( . )

“Ada Apa dan Kenapa??” pesan singkat masuk di telfon genggam ku dari kakak.
“Tidak papa, hanya lelah. Besok pekerjaan ku banyak kak, aku harus menyelesaikan ladang tanaman cabai ku.” Jawab ku balik.
“Oalah.. tak kira kenapa.. yaudah-yaudah..”
“Sukses yaa kak.!!”
“Iya-iya”
“Kak.. kalo mau membantu ku untuk menyelesaikan pekerjaan ku di ladang tidak papa, silahkan, tapi harus berani takut kotor.”
“Berani Kotor atau berani takut kotor”
“Berani Kotor dan tidak Takut Kotor”
“Oh.”
“Kenapa??”
“Gpp”
“Saya kembalikan.. ‘Gpp’.”
“Oallaah..”
“:)”
“.”
            TITIK. Balasan dari kakak dan itu kubiarkan menjadi balasan pesan singkat yang terakhir, karena kakak yang mengawali pesan singkat itu. Bagiku TITIK bukan akhir dari segalanya, namun hanya akhir dari pesan singkat kakak. Sengaja aku tak membalas pesan singkat kakak karena aku tau semua tidak akan ada ujungnya. Bahkan mungkin hanya keegooan dari diri kita masing-masing yang akan terbahas. Itu semua sudah sering terjadi. Dan melalui pesan singkat kata maaf hadir diantara kita.
Asalakan kakak tau saat itu aku sedang belajar dan memikirkan kakak. Sudahkah kakak makan??  Sudakah kakak sholat?? dan Sedang apakah kakak?? Lalu pesan singkat kakak datang, berderinglah telfon genggam ku. Kakak bertanya aku menjawabnya, dan aku bertanya kakak menjawab dengan singkat padat jelas, tanpa ada suatu penjelasan.
Kak . . . Semenjak  29 Menit 53 Detik itu, akan begini. Ya beginilah… kita jarang interaksi. Kakak dan aku semakin jauh. Jika kita dekat sikap kita kaku. Dan apakah mungkin selamanya akan seperti ini??.
Berjalan di titian kodrat                           (Apa yang harus kita katakana)             jika berharap Dia menentukan
Kak . . . . aku hanya ingin melihat mu dalam keadaan sehat walafiyat dijauhkan dari segala penyakit, melihatmu tersenyum walaupun itu bukan karena ku, melihat mu bahagia meskipun tak bersama ku, dan melihat mu sukses untuk kehidupan mu.
Siapalah aku bagimu kak.. aku hanyalah akar yang selamanya akan menjadi akar untuk menyerap air agar batang dapat menyalurkan air ke daun lalu berfotoosintesis dan menghasilkan Oksigen yang kakak hirup.
Maaf . . . . . . . . . hanya kata maaf yang mampu terucap. Semoga kakak selalu berada dalam lindungannya. Titik (.)



By : LAUT